Jumat, 05 Maret 2010

Ayah by Ratih Sang

Ayah,

kuingat ketika kau menungguiku lahir

Kau mendampingi ibu

Dalam bertaruh nyawa

Kau seka peluh ibu

Dan membisikkan kata “I LOVE YOU” di telinga ibu

Dan ketika aku lahir

kau begitu bangga menjadi ayah

untuk pertama kalinya

Kau lafazkan azan di telingaku

pada saat itulah aku menjadi Islam

karenamu, Ayah…

Dan kini, Ayah

Aku telah Baligh

kemarin aku terpana menatap diriku di cermin

Inikah si bayi yang lucu dulu ?

inikah si bayi yang sekarang telah sempurna menjadi perempuan

Yang rahimnya telah siap menerima tugas suci

meneruskan tugas kehidupan melahirkan

Khalifah – khalifah di bumi

Dan pelan kuambil kain segi empat

ku tutupkan pada aurat rambut dan leher ku

Agar terjaga martabatku

Agar sempurna keshalehan ku

Agar aku luput dari siksa kubur

Agar doaku untuk mu setiap malam

Naik ke Arsy Alloh

Dan kau dimuliakan oleh Nya

Di dunia dan akhirat

Karena kaulah yang pertama menjadikan ku Islam

Dengan kalimat syahadat dan Azanmu

ketika ku lahir dulu

Ya, kaulah yang berhak mulia di mata Alloh

Ayah

Anak-ku by Ratih Sang

Anakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah Sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu. Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir,tangismu memecah dunia Saat itulah…saat paling membahagiakanSegala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah, Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan, Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah ditelinga mungilmu
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

Jumat, 05 Februari 2010

Ibu, Pendidik Pertama dan Utama

Begitu besar peran seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa ibu adalah madrasah yang pertama. Seorang Kartini pun mengakui hal itu, yang diutarakan lewat sebuah surat kepada Prof. Anton dan istrinya : “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Derajat seorang ibu sebanyak tiga kali dibanding ayah. Seperti dalam hadist diriwayatkan : Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk saya pergauli dengan baik” Beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Baru beliau menjawab, “Bapakmu” (H.R. Ahmad dan Abu Dawud). Sungguh mulia seorang ibu, sampai Rasulullah memerintahkan kita menghormati ibu sebelum ayah, kenapa ? Karena begitu banyak hal yang sudah dilakukan oleh seorang ibu, seperti mengandung, menyusui dan mengasuh. Bukan berarti peranan seorang ayah diabaikan, ayah pun memiliki peranan yang tidak kalah penting. Tetapi peranan ibu sungguh sangat dominan.

Proses pendidikan yang diberikan oleh seorang ibu sudah dilakukan sejak sang bayi masih dalam kandungan. Seorang ibu yang terbiasa mendengar murottal (tilawah AL-Qur’an) insya Allah hal tersebut dapat didengar oleh sang bayi. Emosional dan watak seorang ibu pun dapat ditularkan melalui perilaku seorang ibu selama mengandung dan mengasuh. Dalam sebuah penelitian, bagi seorang ibu yang mengandung selalu memiliki perasaan ingin marah-marah maka sang anak pun kelak besar nanti akan memiliki penyakit jantung. Wallahu’alam.

Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan kepada sang anak pun memiliki peranan yang sangat penting sebagai imunitas dan kecerdasan otak sang anak. Pendidikan pun dapat diberikan dengan kontak mata yang terjadi antara ibu dan anak. Setiap saat, dimanapun dan kapanpun proses pendidikan tersebut dapat dilakukan. Seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, prestatif, edukatif dan produktif. Adalah sebuah mimpi hal itu terwujud jika tidak dilukis oleh tangan-tangan lembut seorang ibu. Dan untuk mewujudkannya, tidak lain hanyalah melalui wanita sholihah yang berilmu, berakal dan bertaqwa yang dapat melakukannya. Ulama besar mengatakan, bahwa wanita (khususnya seorang ibu) menjadi barometer baik buruknya sebuah masyarakat. Rusaknya akhlaq wanita merupakan mata rantai yang saling bersambungan dengan kenakalan remaja, rapuhnya keluarga dan kerusakan masyarakat.

Dengan fokus tinggal di rumah, seorang ibu dapat lebih optimal dalam mendidik anak-anak. Waktu bersama anak-anak pun otomatis lebih banyak. Disini bukan berarti sang ibu terkukung dan tidak memiliki kebebasan dalam mengapresiasikan diri. Justru di sinilah ladang amal seorang ibu, suatu saat nanti ibu lah yang akan menuai hasilnya. Bagi seorang ibu pekerja sekalipun, saya yakin hati dan pikirannya tetap tertuju pada sang anak. Kebanyakan dari mereka sepulang dari bekerja tidak akan langsung istirahat, tetapi mengurusi kebutuhan sang anak menjelang tidur atau kebutuhan untuk esok hari. Itulah fitrah seorang wanita yang memiliki peran seorang ibu. Setinggi apapun jabatan dan sebesar apapun penghormatan orang lain kepadanya, ibu adalah ibu. Amanah beliau lebih besar berada di rumah. Amanah yang diberikan langsung oleh Allah SWT, yang kelak akan diminta pertanggungjawaban di yaumil hisab.

Selain daripada itu, memiliki keahlian yang bermanfaat dalam bidang tertentu penting juga bagi seorang ibu untuk memperoleh penghasilan dan menjadi sarana memperbanyak amal saleh untuk dapat dimanfaatkan kapan saja, sebagaimana yang ditulis Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya “Kebebasan Wanita”, akan pentingnya menyediakan pendidikan yang cocok bagi wanita dengan dua tujuan khusus, yaitu agar memiliki kemampuan untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak serta menguasai keahlian tertentu yang dapat dimanfaatkan kapan saja.

Karena begitu besar amanah yang diemban seorang ibu, maka bukan suatu hal yang berlebihan jika Allah SWT menempatkan posisi ibu menjadi posisi yang teramat mulia. Sehingga menjadi sebuah penghormatan yang begitu tinggi jika dikatakan surga berada di bawah telapak kaki ibu. Seperti diriwayatkan dalam sebuah kisah : Suatu ketika ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah Saw meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama Rasulullah Saw, maka beliau bertanya, “Adakah engkau masih memiliki ibu?”. Orang itu menjawab, “Ya, Masih. ” Kemudian beliau bersabda, “Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu. Karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya”. Wallahu’alam.

(Sumber: http://www.eramuslim.com/wanita-bicara/pengantar-wanita-bicara.htm)

Kamis, 04 Februari 2010

Manfaat sawi putih, Tahu, Ikan Teri dan Apel

Hari ini rencana mau masak sup oyong. Namun karena di tukang sayur sup oyongnya kurang bagus kemudian berganti haluan memasak sawi putih tahu udang dan ikan teri. Memang sejak sekarang bersemangat untuk mengatur pola makan hidup sehat. Seperti banyak makan sayuran, protein, dan buah-buahan. Semenjak menikah dan bisa memasak aku jadi lebih peduli dengan kesehatan dan doyan makan tentunya :)

Setelah googling, Sawi putih mengandung banyak serat (biasanya sayuran yang berwarna putih mengandung serat yang tinggi). Hal ini memberikan manfaat untuk melancarkan BAB. Diharapkan kita BAB secara teratur setiap hari antara jam 5 hingga jam 7 dimana jam piket usus besar saat itu sedang kuat. Manfaat Ikan teri yaitu menambah kalsium dan flour. Dimana kalsium diperlukan untuk mengurangi kerapuhan tulang (osteoporosis) dan flour berguna untuk mencegah karies atau lubang gigi. Dalam masakanku hari ini yaitu ca sawi putih aku tambahkan juga tahu dan udang. Tahu atau makanan yang berasal dari Cina ini memiliki manfaat yaitu menurunkan kolesterol dalam tubuh dan mencegah kanker payudara. Sedangkan udang dimana merupakan sumber protein yang padat nutrisi dan sangat rendah lemak memiliki manfaat yaitudapat melindungi risiko kebotakan dan kanker karena mengandung silinium Juga sangat berguna untuk sintesa hormon thyroid, suatu hormon yang jika levelnya sangat rendah bisa menimbulkan obesitas atau pertumbuhan sel yang tidak normal. Udang juga sudah terkenal di dalam pengobatan tradisional cina untuk menambah darah, meningkatkan kesuburan dan kekuatan tulang. Semua ini karena kandungan vitamin B12 dan vitamin D nya tinggi. Terakhir udang mengandung asam lemak omega-3 yang punya manfaat mulai dari membuat awet muda, melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, anti-radang, mencegah terjadinya darah yang menggumpal, dan oksidasi koresterol jahat yang merupakan penyebab utama dari penyakit jantung.

Besok pagi sebelum pukul 7 pagi (saat lambung bekerja sangat kuat) rencana ingin membuat jus apel. Sebelumnya googling dulu dong apa manfaat buah apel. Ternyata buah apel bermanfaat untuk wanita usia menopause. Menurut penelitian US Apple Association pada tahun 1992, diberitakan bahwa apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Gangguan penyakit pada saat menopause, seperti ancaman penyakit jantung dan kekeroposan tulang karena kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron yang terkandung dalam apel. Selain itu buah apel dapat meredakan diare.

Nah dengan mengetahui manfaat dari bahan makanan yang kita makan maka kita akan lebih termotivasi untuk mengatur pola makan dan hidup sehat.

Semangat untuk menjaga hidup sehat !

Senin, 25 Januari 2010

Frank Sinatra

Tonight I decided to be one of the fan Frank Sinatra :) It started when I could not sleep this night. Then I opened my laptop and browsed youtube.

Awalnya aku menonton konser Michael Buble dengan Paul Anka yang menyanyikan My Way. Enak sekali didengar lagu ini. Selain itu aku juga mengingat saat dulu aku les organ dan memainkan lagu ini :D Kemudian aku search lagu My Way yang dinyanyikan oleh penyanyi sebenarnya yaitu Frank Sinatra.

Musik berjenis Swing dilengkapi dengan suara emas dari Frank ini enak sekali didengar. Apalagi malam-malam begini. Soft sekali lagunya. Kemudian aku juga mencoba menikmati lagu yang lain yaitu Stranger in the night. Enak juga. Masih ingin mendengar karya Frank Sinatra yang lain aku menikmati lagu yang berjudul New York New York. Tiga lagu ini sangat booming sekali di tahun 1960an dan albumnya memenangkan Grammy Award Best Album of the year. Nggak heran sih, hingga tahun 2010 aja masih enak lagu lagunya didengerin dan still applicable to listen for every generation. Lagunya keren-keren!

Membaca historynya di google, Frank Sinatra tutup tahun pada tahun 1998 di usianya yang ke 82 di California Amerika Serikat. Namun karyanya masih bisa kita nikmati hingga sekarang.

Senin, 18 Januari 2010

www.bing.com

Setelah baca koran Kompas hari ini, aku baru tau tentang search engine buatan Microsoft yaitu Bing. Setelah aku coba browse, tampilan layarnya menurutku sih lebih bagus ya daripada google. Tapi untuk kelengkapan fasilitas google belum bisa dikalahkan dimana memiliki layanan beberapa bahasa termasuk bahasa Indonesia dan fasilitas translater. Dengan adanya search engine Bing ini bisa menjadi tambahan referensi tools untuk lebih memudahkan kita mencari data atau informasi. Semakin semangat untuk menambah wawasan dan ilmu teman.

Cheer up!

Sabtu, 16 Januari 2010

Phlegmatis

Dari ke empat macam karakter manusia, aku termasuk Phlegmatis atau stabil (introvert, pengamat dan pesimis). Berdasarkan blog www.cityofenjie.multiply.com emosi seorang phlegmatis pada intinya yaitu damai. Kepribadiannya rendah hati, mudah bergaul dan santai, diam, tenang, dan mampu sabar, baik keseimbangannya, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan. 

Jika nanti sebagi orangtua dia akan menjadi orangtua yang baik, menyediakan waktu bagi anak-anak, tidak tergesa-gesa, bisa mengambil yang baik dari yang buruk, tidak mudah marah.

Dalam web tersebut juga menjelaskan seorang phlegmatis damai di pekerjaan. Menurutku sih dia akan cocok di pekerjaan yang ga dituntut deadline, yang memang suasananya damai (pengalaman..hehehe). Dengan situasi yang mendukung seorang phlegmatis akan bekerja dengan cakap dan mantap, damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan (I dont think so, hehe), dan bisa menemukan cara yang mudah (mm..I dont think so juga).

Sebagai teman, seorang phlegmatis mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak suka menyinggung, sebagai pendengar yang baik, selera humor yang mengigit (tapi bukan pelawak lo), suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.

Kesimpulannya menurutku seorang phlegmatis itu hidupnya bahagia karena 'nrimo' atau bersyukur dengan yang sudah ada, teman yang menyenangkan, dan telaten dalam bekerja. 




Jumat, 15 Januari 2010

Mulai menulis

Pondok Labu, 06.07

Siip..jadi deh blog Buku adalah sahabat. Dikasih nama Buku adalah Sahabat karena aku emang suka banget baca buku. Baik yang berjenis novel true story dan fiksi, buku non fiksi, buku psikologi, artikel, komik pokoknya yang menarik-menarik buat dibaca. 

Dengan blog ini aku bisa menulis peristiwa, pengalaman, atau apa yang sedang aku pikirkan. Atau mungkin suatu hal yang menurutku menarik untuk bisa dibahas. Semangat untuk menulis!

See you,